aku sudah menunggu saat seperti ini. Saat di mana aku dapat menghukum mereka. atas perbuatan mereka menodai malam suci jumat kliwon. Hari ketika aku dilahirkan harus bersih dari jiwa yang tersesat. jejak-jejak tangan berdarah berukuran mungil mengecap di sandaran jok kursi yang terbuat dari kulit. Di sebelahnya terdapat coretan nama jumat. Modus yang sama seperti kasus-kasus sebelumnya. kemati…
Temani aku malam ini. Jika tidak mau, kirim pesan ini ke tujuh nomor lain. Sebuah teror sms dilakukan oleh arwah penasaran gadis pembawa boneka. Satu per satu dari mahasiswa universitas terkenal di Malang mati secara tragis. Peristiwa terjadi pada acara diklat UKM di hutan Coban Talun. Kabar ini tersiar ke media massa yang segera mem-blow-up berita. Wildan, yang menjadi ketua panitia, dan beber…
“Dunia ini panggung sandiwara, kita hanya perlu memainkan peran masing-masing.” Ya, Keenan tak pernah menganggap ini adalah pertunangan. Ia menganggapnya sebagai sandiwara palsu yang akan berakhir secepat mungkin. *** Hal itu sangat menghancurkan hati Kanna. Kesedihan gadis itu kian besar ketika Keenan menyatakan bahwa ia tak akan pernah bisa membuka hatinya. Perjodohan yan…
Cincin itu masih di tempatnya, di dalam koatak. menyakitkan. Tamara menatapnya nanar, Ia belum sempat memakainya. Mungkin tidak akan memakainya. Mungkin saat itu Kim sedang bergurau. Atau sedang berlatih untuk melamar kekasihnya. Tamara menggeleng pelan, menghela napas kecewa. Lalu memasukkan kotak itu kedalam laci. Tidak ada yang perlu disesali. Tapi, mengapa hatinya begitu sakit? Benarkah s…
"Hai, Zoo. Apa kabar?" tanya pria itu pelan, tentu saja berbisik, karena tak ingin Profesor Jang mendengar apa yang ditanyakannya pada Yeon Joo. Yeon Joo tak menjawab, matanya masih memandang pria itu dengan perasaan yang bergejolak. Bahkan setelah sekian lama tidak bertemu Yeon Joo merasakan getaran yang sama dengan yang dialaminya bertahun-tahun yang lalu. *** Han Yeon Joo terkejut k…
“Mana mungkin dia menemukan orang baru dalam waktu secepat ini!” Yong Woo menunjuk Yong Hee dengan tangan kirinya sambil berbicara dengan Chae Rin. Sikap yang benar-benar tidak sopan. “Tentu saja bisa, memangnya kamu pikir kamu satu-satunya orang yang dibutuhkan di sini!” bentak Chae Rin sambil berkacak pinggang, menantang. “Nuguya? Pokoknya aku tidak mau tahu! Aku akan tetap be…
Apa yang kau lakukan jika sahabatmu merebut gebetanmu, lalu mereka jadian dan hidup bahagia bagaikan di negeri dongeng? Bagi Arel, itu lebih dari kiamat. Berkali-kali ia mencoba move on, namun selalu gagal. Hanya satu lompatan yang bisa ia lakukan untuk mengakhiri segala kepedihan hatinya. Lompatan terakhir yang akan membawanya menuju hidup abadi. Namun tepat sebelum ia menjumpai malaikat pe…
Wanita itu tetap bungkam. Dibukanya lagi kartu di tangannya, lalu dibacanya lebih teliti. Busana yang kaurancang selalu cantik. Tapi, bagiku kau lebih cantik. Karena, kaulah sumber kecantikan itu. -Malaikatmu- Detik itu juga jantung wanita itu berpacu cepat. Sangat cepat. Sampai-sampai ia merasa jantungnya akan meledak. "Dia ada di sini... dia melihat pergelaran busanaku..." Prad…
Gea bahkan selalu menunggu senyum Andro ketika ngobrol di kantin bersama teman-temannya. Selalu berada di baris depan ketika ada acara pensi yang menampilkan Star Band—grup band milik Andro—di sekolah. Selalu menunggu momen di mana Andro berhasil memasukkan bola basket ke dalam ring. Selalu dan selalu begitu yang bisa dia lakukan. Dan semua menjadi sangat mustahil saat dia mulai melihat kac…
Herman berniat menutup jendela kaca. tapi sesuatu bergerak dengan cepat, melebihi kecepatan kelelawar ketika menyergap serangga, memasuki sela jendela kaca yang bergerak menutup. Herman amat terperanjat. Namun, hanya sesaat keterkejutan Herman. sesuatu itu langsung menjadikan lehernya sebagai sebagai sasaran! Kesadaran saraswati pun sepenuhnya menghilang seiring menghilangnya jeritan keras yan…