Cincin itu masih di tempatnya, di dalam koatak. menyakitkan. Tamara menatapnya nanar, Ia belum sempat memakainya. Mungkin tidak akan memakainya. Mungkin saat itu Kim sedang bergurau. Atau sedang berlatih untuk melamar kekasihnya. Tamara menggeleng pelan, menghela napas kecewa. Lalu memasukkan kotak itu kedalam laci. Tidak ada yang perlu disesali. Tapi, mengapa hatinya begitu sakit? Benarkah s…