Kamu tak henti-hentinya menyangka kalau aku tak pernah melibatkanmu dalam setiap ritme napasku. Kamu selalu mengira hidupku akan pincang jika kesempurnaan yang melingkupiku hilang. Atas dasar itu, kamu lalu larut dalam udara, pergi tanpa aku bisa menangkapmu. Di saat kamu kembali, aku sudah terlanjur menitipkan hatiku padanya. Ya, pada seseorang yang sama sekali tidak sempurna. Seseorang yang …