"Nobody's perfect, Nin. Gak ada gading yang retak." Kalimat itu meluncur dari bibir momo yang masih berisi remahan keripik. Nindy menatapnya lekat-lekat, menunggu kelanjutan dari kalimat itu. "Kamu populer, kaya, dan cantik. Nah terus kalau kamu juga pintar, orang yang nggak populer, gak kaya, dan nggak cantik kayak aku kebagian apa dong?" *** Nindy tidak peduli kata-kata momo, sahabatn…
“Kalo kamu gak bisa memilikinya, kurangilah cintamu, Ray. Berjuanglah untuk mencintai apa yang kamu miliki...” *** Tadinya kau bagiku adalah udara, ada namun tak terlihat. Tak sedikit pun ulahmu yang aneh itu menarik perhatianku. Termasuk ketika dengan bodohnya diam-diam kau gores nama kita di Pohon Cinta. Sejak saat itu takdir seperti mencatat kau dan aku dalam sebuah kutukan indah b…