Okta mencoba mengingat-ingat mimpinya, namun tak bisa. Pandangan matanya yang istimewa membawanya melihat sosok di atas gedung apartemen seberang. Sosok itu melayang di atas pagar besi pengaman yang berkarat. Dan ia.... ia merasa tengah diamati oleh sosok itu melalui teropong. Okta ingin memfokuskan penglihatannya, hanya saja hujan mulai turun..... satu butir, dua butir, tiga butir, kemudian s…