Text
Second Chance
Takdirkah yang membawaku ke tempat ini? Bertemu kembali dengan seseorang yang sejujurnya kucintai sejak awal pertemuan kami. Seseorang bersuara emas yang telah memunculkan debaran aneh di dada ini setiap kali kutatap matanya, kudengar suaranya.
Ingin sekali ku berlari mengejarnya, mengharap maaf atas ketololanku di masa lalu. Namun, kakiku terasa kaku, mulutku pun mendadak kelu. Aku terlalu malu mengucap rindu.
Oh tuhan, aku benar-benar mencintai lelaki itu.
Tidak tersedia versi lain