Wanita itu tetap bungkam. Dibukanya lagi kartu di tangannya, lalu dibacanya lebih teliti. Busana yang kaurancang selalu cantik. Tapi, bagiku kau lebih cantik. Karena, kaulah sumber kecantikan itu. -Malaikatmu- Detik itu juga jantung wanita itu berpacu cepat. Sangat cepat. Sampai-sampai ia merasa jantungnya akan meledak. "Dia ada di sini... dia melihat pergelaran busanaku..." Prad…